top of page

48 items found for ""

  • HARI INI BELUM PRAPASKAH, TETAPI MASA PUASA

    Ya, memang, sejak Rabu Abu kemarin hingga hari ini kita belum memasuki Masa Prapaskah, melainkan masih memulai hari atau Masa Puasa. Loh, kok bisa beda begitu? Kiranya masih banyak umat yang belum memahami bagaimana menghitung Masa Prapaskah dan Masa Puasa, dimulai dari mana dan berakhir di mana. Apakah hitungan 40 hari Prapaskah sama dengan 40 hari puasa-pantang? Oh, tak sama. Banyak orang mengidentikkan begitu saja 40 hari Prapaskah dengan 40 hari puasa-pantang, padahal tidaklah demikian. Itu dua hal yang beda meski terkait erat. Quadragesima (40 hari masa Prapaskah) adalah kurun waktu berturut-turut (tidak putus-putus) tiap hari termasuk hari Minggu, hingga berjumlah 40 hari. Dasar penghitungan adalah dokumen resmi Gereja Katolik, yaitu Litterae Circulares de Festis Paschalibus Praeparandis et Celebrandis (terjemahannya “Perayaan Paskah dan Persiapannya", disingkat PPP). Menurut PPP no. 23, awal 40 hari Prapaskah adalah Minggu I Prapaskah dan berakhir pada hari Kamis dalam Pekan Suci (PPP no. 27). Perhitungan detailnya: Minggu I sampai V Prapaskah ada 5 x 7 hari = 35 hari. Setelah itu Minggu Palma. Dari Minggu Palma sampai Kamis Putih ada 5 hari, yaitu Minggu, Senin, Selasa, Rabu dan Kamis. Total menjadi 40 hari. Maka dari Minggu I Prapaskah sampai Kamis Putih ada 40 hari. Setelah itu masuk ke Trihari Suci Paskah. Kalau puasa-pantang, bagaimana? Tidak mungkin berturut-turut setiap hari karena ada kebiasaan Gereja Katolik mengecualikan hari Minggu untuk berpuasa/pantang. Orang Katolik tidak berpuasa pada hari Minggu. Kalau demikian, jumlahnya hanya 34 hari, dong? Benar, tapi itu 'kan belum termasuk dihitung tambahan dari 6 hari lainnya, yakni Rabu Abu, Kamis, Jumat, Sabtu (setelah Rabu Abu), lalu hari Jumat Agung, dan Sabtu Suci. Maka totalnya tetap 40 hari. Dengan demikian, kalau ada orang Katolik mau berpuasa-pantang 40 hari penuh, beginilah cara hitungnya: Rabu Abu sampai Sabtu Suci minus enam hari Minggu. ERGO ⏯ Hitungan 40 hari masa Prapaskah (Quadragesimae) menyertakan hari-hari Minggu. Sementara hitungan 40 hari puasa/pantang mengecualikan hari-hari Minggu. NOTA BENE ⛔ Berpantang dan berpuasa pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Sementara, pada hari Jumat lainnya (selama masa Prapaskah) hanya berpantang saja. Jakarta, 16 Februari 2024 ✍ Febry et Scientia

  • BERKAT EPIFANI

    Sebentar lagi, kita akan merayakan Pesta Penampakan Tuhan atau Hari Minggu Epifani. Seperti biasa, nanti setelah Misa Epifani, saya akan menuliskan dengan kapur di depan pintu rumah saya: 20 + C + M + B + 24 Apa itu? Itu adalah sebuah tradisi di Gereja Katolik – termasuk juga dipraktikkan Anglikan, Lutheran, dan Metodis – yang disebut dengan "Berkat Epifani" (Epiphany Blessing), suatu berkat rumah tradisional yang dilakukan oleh setiap kepala keluarga Katolik. Tradisi ini dilakukan pada Hari Raya Epifani – kebetulan saat ini jatuhnya pada hari Minggu, 7 Januari 2024. Dikenal juga sebagai ‘mengapuri pintu’ (chalking the door), Berkat Epifani adalah salah satu cara keluarga dan individu untuk meminta berkat Tuhan ke dalam rumah dan kehidupan keluarga sepanjang tahun. Tradisi ini secara biblis mengingatkan kembali pada kisah Musa ketika orang Israel diminta untuk mengoleskan darah domba atau kambing di tiang pintu dan di atas pintu rumah. Keluaran 12:13 "Darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir." Ritus pemberkatan Epifani ini sangat sederhana. Diawali dengan salam pembuka, pembacaan singkat dari kutipan Injil Matius 2:1-12, lalu penulisan simbol 20 +C +M +B +24 dengan kapur oleh seorang anggota keluarga di atas ambang pintu masuk utama rumah, dan diakhiri doa singkat bersama. Berikut urutannya. Semua anggota keluarga berkumpul di dekat pintu masuk utama rumah. Mulailah dengan Tanda Salib +. Pemimpin: Damai sejahtera bagi rumah ini dan bagi semua yang tinggal di sini, dalam nama Tuhan. Semua: Syukur kepada Allah. Pembaca: Membaca kutipan Matius 2:1-12 Kemudian, kepala keluarga melanjutkan dengan menuliskan huruf C+M+B dengan kapur tulis pada dinding atau pintu di depan rumah atau di pintu gerbang. Perlu diketahui, huruf-huruf C, M, dan B ini memiliki dua makna. Pertama, ketiga huruf menunjuk pada inisial tiga nama Raja dari Timur atau orang Majus yang bijak yang datang ke Betlehem: Caspar + Melchior + Balthasar. Hati mereka sangat bergembira waktu menemukan Maria, Yosef, dan bayi Yesus. Semoga kita juga mencari dan menemukan Kristus dalam rumah kita. Makna kedua; Ketiga huruf C M B adalah singkatan dari kalimat Latin: Christus Mansionem Benedicat. Jadi, saat menuliskan C+M+B, sambil diucapkan kata-kata Christus Mansionem Benedicat atau bahasa Indonesianya “Semoga Kristus memberkati rumah ini”. Ya, Kristus memberkati rumah yang didatangi tiga raja dan pengikutnya. Kemudian, dalam simbol itu, ditambahkan lagi angka dari Tahun Baru, tahun 2024. Angka tahun tersebut ditulis terpisah, di depan 20 dan di belakang 24. Spasi-spasi di antara angka tahun dan ketiga huruf diisi dengan tanda salib kecil. Tanda “+” melambangkan salib, sebuah pengingat bahwa melalui sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus, semua rahmat mengalir di dalam keluarga. Akhiri dengan doa singkat berikut ini bersama-sama seluruh keluarga: Semua: Tuhan Allah langit dan bumi, Engkau telah menyatakan Putra Tunggal-Mu kepada setiap bangsa dengan bimbingan sebuah bintang. Berkatilah rumah ini dan semua yang tinggal di sini dan semua yang berkunjung. Semoga kami dilimpahi kesehatan, kebaikan hati, kelembutan, dan ketaatan pada ajaran-Mu. Penuhi kami dengan terang Kristus, agar kasih kami terhadap satu sama lain dapat disalurkan kepada semua orang. Demi Kristus, Tuhan dan perantara kami. Amin. Kemudian ditutup dengan Tanda Salib +. Berkat Epifani adalah cara yang luar biasa untuk melibatkan seluruh keluarga, teman, dan bahkan tetangga dengan doa keluarga yang memohon, supaya pada Tahun Baru ini Tuhan berkenan memberkati dan melindungi rumah serta keluarga ini. Tulisan simbol di atas pintu itu juga akan menjadi bahan perbincangan menarik sepanjang tahun. Saat teman dan anggota keluarga datang dan pergi melewati pintu rumah, pasti akan ada selalu pertanyaan tentang rangkaian simbol unik ini. Semoga tahun 2024 benar-benar diberkati. Selamat menyambut Pesta Epifani! Ditulis oleh Febry Silaban, Penulis Buku "YHWH, Empat Huruf Suci" Januari 2024

  • KUNKEL – SAPAAN PASTORAL ROMO KEPADA UMATNYA

    Salah satu program SKK Gereja Santo Laurensius - Paroki Alam Sutera yang sudah dijalankan selama lebih dari 10 tahun yang lalu adalah Kunjungan Keluarga (Kunkel). Program ini sudah berjalan sejak Romo Nono menjadi romo paroki Alam Sutera. Ini adalah upaya SKK untuk memenuhi salah satu tugasnya sesuai dari pedoman Komisi Kerasulan Keluarga KAJ yang disosialisasikan pada tahun 2012 yang lalu. Tentunya kita semua tahu adanya pepatah “tak kenal maka tak sayang.” Inilah yang mendasari adanya program Kunkel yang pada dasarnya merupakan “silaturahmi” atau “sapaan pastoral” dari seorang romo (gembala) kepada umatnya (dombanya). Pada dasarnya, umat tentunya senang dikunjungi oleh romo yang biasanya terlihat jauh karena posisinya ada di altar sehingga hanya bisa dilihat dari bangku umat. Kunjungan romo ke lingkungan untuk misa pun mungkin bisa dihitung jari selama setahun, itupun tentunya tidak memungkinkan adanya relasi pribadi antara romo dengan semua umat yang hadir. Para romo juga senang bisa berkunjung ke rumah umat karena bisa mengenal lebih dekat keluarga-keluarga yang ada di parokinya. Romo Nono, Romo Hardijantan, Romo Hadi, dan para romo lainnya sering menyebutkan tentang Kunkel ini pada waktu homili karena sangat menarik juga bagi para romo untuk mendengarkan kisah, harapan, dan masukan dari umat secara langsung. Kunkel ini melibatkan seluruh SKK Paroki dan SKK / Ketua Lingkungan yang ada. Berawal dari SKK Paroki yang meminta jadwal Kunkel dari semua romo setiap 3 bulan sekali, lalu diplot ke lingkungan-lingkungan yang akan dikunjungi beserta SKK Paroki yang akan mendampingi setiap kali Kunkel. Kunkel dilakukan pada hari biasa (Selasa/Rabu/Kamis) mulai jam 19-21. Biasanya ada 2 keluarga yang dikunjungi per lingkungan, di mana masing-masing keluarga biasanya memakan waktu 45 menit – 1 jam. Tidak ada kriteria khusus untuk umat yang akan dikunjungi, yang jelas sebisa mungkin bukan warga yang aktif / sudah dikenal oleh romo. Bisa jadi warga yang dikunjungi adalah yang akan diminta bantuan untuk menjadi ketua / pengurus lingkungan yang baru atau mempunyai intensi khusus yang perlu didoakan, misalnya ada anggota keluarga yang sakit. Setelah SKK Paroki mengeluarkan jadwal Kunkel ke grup SKK Lingkungan, SKK Lingkungan berkoordinasi dengan Ketua Lingkungan untuk memilih warga yang akan dikunjungi, lalu diinfokan ke SKK Paroki yang akan mendampingi romo paling telat 1 minggu sebelum hari H. SKK Paroki kemudian menginformasikan kepada romo tersebut sekaligus janjian tentang penjemputan pada hari H-nya dari Pastoran ke rumah umat yang akan dikunjungi. Pada hari H-nya, SKK Paroki menjemput romo lalu berkunjung ke rumah warga pertama yang dipilih. Diusahakan satu keluarga utuh (minimal yang serumah) bisa hadir waktu romo berkunjung. Dari pihak lingkungan, yang hadir cukup Ketua Lingkungan & SKK Lingkungan saja supaya tidak terlalu ramai. Umat yang akan dikunjungi tidak perlu menyiapkan apa-apa, minum air putih saja sudah cukup (boleh menyediakan sedikit snack jika tidak merepotkan). SKK Paroki akan membuka pertemuan tsb dengan memperkenalkan diri, lalu berterimakasih pada lingkungan & keluarga yang sudah menyediakan waktu, kemudian menjelaskan tentang program Kunkel ini serta tujuannya. Setelah itu, gantian dari pihak lingkungan & anggota keluarga yang dikunjungi yang memperkenalkan diri. Kemudian dilanjutkan ngobrol santai saja antara romo dengan keluarga yang dikunjungi. Bila keluarga yang dikunjungi masih malu-malu atau cenderung diam, maka SKK Paroki & pengurus lingkungan yang hadir bisa menjadi “jembatan” antara romo dengan keluarga yang dikunjungi tsb, misalnya dengan menawarkan apakah ada hal yang ingin ditanyakan kepada romo, atau sebaliknya dari pengurus lingkungan yang hadir yang menceritakan tentang keluarga yang dikunjungi tsb kepada romo. Acara Kunkel ini diakhiri dengan doa & berkat dari romo untuk keluarga yang dikunjungi, lalu foto bersama. Setelah keluarga pertama selesai, romo serta SKK Paroki & pengurus lingkungan yang hadir berjalan bersama ke keluarga kedua lalu hal yang sama dengan keluarga pertama akan dilakukan kembali. Setelah itu, SKK Paroki mengantar romo kembali ke pastoran. Kami bersyukur karena ada 5 romo saat ini di Paroki Alam Sutera & semuanya sangat komit serta bersemangat dengan Kunkel ini, sehingga sepanjang tahun 2023 ini, hampir semua lingkungan yang ada pernah dikunjungi. “Indah jika Kunkel ini menjadi tradisi, karena bisa menumbuhkan persaudaraan yang sejati.” Penulis: Johannes Pascal W.

  • Rapat Karya 2023 - Dewan Paroki Pleno Gereja Santo Laurensius

    Program yang Menekankan Martabat Manusia Untuk kali pertama sejak Pandemi Covid-19, Paroki Alam Sutera mengadakan rapat karya (Raka) di luar paroki tepatnya di Taman Bukit Palem Resort, Pancawati – Kabupaten Bogor pada tanggal 28 dan 29 Oktober 2023. Terakhir kali Raka di luar paroki diadakan pada tahun 2019 di Sukabumi, kemudian Raka tetap dilaksanakan secara daring di tahun 2020 dan 2021 semasa Covid, tahun 2022 Raka bisa dilakukan secara tatap muka di GKP paroki. Udara sejuk di lokasi benar-benar mendukung semangat dan rasa kebersamaan 160 peserta rapat karya yang terdiri dari para ketua lingkungan, koordinator wilayah, ketua seksi, kepala bagian, koordinator kelompok kategorial, PPG, TSBP dan dewan paroki harian. Hadir juga di Raka ini Romo Hadi, Romo Rudy, Romo Jerry CMF, Romo Boni, Romo Dista, Romo Vinsen, Romo Yudi dan beberapa karyawan Gereja. Terima kasih atas persiapan dan pelaksanaan Raka oleh panitia dari Wilayah 10 yang dikomandani oleh pak Thomas Suwandi Jamaya (“Jangan Marah Ya”), mulai dari praRaka 1 hingga 3 dan puncaknya di Raka ini. Romo Hadi - Pentingnya Berkolaborasi Romo Hadi selaku Ketua Dewan Paroki Alam Sutera berterima kasih atas program karya yang telah dibuat untuk tahun 2024 sejak pra-Raka pertama pada tanggal 4 September walaupun belum final. Dalam pesannya Romo Hadi melihat keceriaan dan kegembiraan yang diperlukan untuk membangun kebersamaan dalam pelayanan. Menurutnya, pelayanan itu tugas perutusan bersama, lewat baptisan dan krisma umat dilibatkan dalam tugas karya bersama di Paroki Alam Sutera. Beliau juga melihat ke belakang apa yang telah dewan paroki lakukan mulai dari pra-Raka yang mensosialisasikan apa yang akan kita kerjakan di tahun depan, membuat perencanaan baik program karya prioritas, program karya umum dan rencana anggaran biayanya untuk tiap seksi, bagian, kategorial, lingkungan dan lainnya. Program dan anggaran ini masih harus dikirim ke KAJ untuk mendapat masukan dan akan dikoreksi bila perlu hingga akhirnya program dan anggaran di SAPA dikunci pada akhir Desember 2023 oleh Romo Hadi. Tentang Tema Solidaritas dan Subsidiaritas untuk tahun 2024, Romo Hadi mengatakan bahwa itu melanjutkan tema Kesejahteraan Bersama, dimana Paus Pius ke-11 menekankan tentang martabat manusia. “Segala usaha yang dibuat di ruang ini untuk menjadikan manusia bukan sebagai sarana tapi sebagai tujuan untuk kesejahteraan bersama. Umat yang kita layani sebagai pribadi yang bermartabat, jangan sampai program kita mengesampingkan martabat manusia”, pesannya. Ditekankan pula pentingnya kolaborasi para romo, umat , perangkat dewan paroki pleno demi kesejahteraan umat di paroki. Program terwujud kalau ada mekanisme dalam menjalankan tugas-tugas itu. Dengan mekanisme itu kita jalan bergandengan tangan. “Dewan paroki, pelayan paroki jangan berjalan sendiri-sendiri. Kalau ada persoalan atau konflik agar diselesaikan, buat perbedaan menjadi sinergi bekerja bersama. Selalu ada jalan keluar asal kita berjalan bersama Tuhan”, Romo Hadi berpesan lebih lanjut. Menyinggung peran para ketua lingkungan (kaling), Romo Hadi menekankan bahwa para kaling memegang peranan penting sebagai garda terdepan dalam pelayanan pastoral paroki. Beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada para kaling yang telah berdinamika dengan umat, yang berjumpa, berjuang dan menjalankan tugas perutusan dengan gembira dan tulus. “Karena Tuhan telah lebih dulu melayani kita semua, maka tidak ada alasan bagi kita untuk menolak tugas pelayanan.” lanjutnya. Api Unggun dan Pisang Rebus Panitia Raka kali ini membekali peserta dengan sesi soft skill tentang Manajemen Konflik dalam Komunitas Pelayanan Gereja yang dibawakan oleh Bapak Jus Felix Mewengkang & Bapak Frans Budi Santika. Skill ini diharap dapat membantu para pelayan gereja dalam berdinamika dengan kelompoknya masing-masing. Tak kalah penting Romo Boni dengan dengan pesan injili yang jelas memberikan renungan yang menguatkan semangat pelayanan peserta Raka. Acara lainnya? Ada juga api unggun di malam hari pertama Raka. Tak terkecuali semua bernyanyi berjoget hingga larut malam dengan suguhan sate ayam, kacang, jagung dan pisang rebus. Di pagi hari kedua ada senam pagi dengan bimbingan seorang instruktur. Semua bergerak bersemangat, sehatlah jasmani dan rohani di tengah Raka kali ini. Terima kasih Panitia Ketua panitia, Pak Thomas Jamaya mengucapkan terima kasih atas dipercayakannya wilayah 10 menjadi panitia pra-Raka 1,2 ,3 dan Raka tahun 2023. Beliau berpesan agar semua melayani umat dengan solidaritas dan subsidiaritas dengan sabar dan kerendahan hati dan bijaksana dengan memohon belas kasih dari Tuhan Jesus dan Bunda Maria dan Para Malaikat dan Orang Kudus. Panitia melakukan survey sederhana untuk pelaksanaan Raka yang diikuti 77 peserta, secara keseluruhan peserta puas atas pelaksanaan Raka tahun ini. Selamat dan Sukses untuk wilayah 10, selamat juga untuk semua peserta Raka atas tersusunnya Rencana Karya Paroki di tahun 2024. Semoga seperti pesan Romo Hadi – segala program kita semakin mengangkat martabat manusia. (AJ Barnas)

  • SYUKUR DAN TERIMA KASIH

    Karya Tuhan Ajaib dan Indah pada Waktu-Nya Delapan tahun lalu, tepatnya hari Sabtu, 5 September 2015, atas kebaikan hati Yayasan Tarakanita, Paroki Alam Sutera diijinkan menggunakan Aula SD Tarakanita Gading Serpong sebagai tempat ibadah sementara untuk melaksanakan perayaan Ekaristi. Misa perdana dilaksanakan setelah mendapat ijin dari RT/RW, tokoh masyarakat, agama, pemerintahan, TNI, Polri, FKUB, dan Kemenag. Mereka turut hadir dalam Misa perdana tersebut dipimpin oleh Romo Samuel Pangestu, Vikjen Keuskupan Agung Jakarta. Tempat ibadah sementara ini diadakan sebagai wujud semangat, harapan, dan perjuangan akan terbangunnya gedung Gereja Santa Perawan Maria Benteng Gading di Gading Serpong. Umat, ketua lingkungan, koordinator wilayah, DPH, para Romo, dan PPG berjuang bersama dalam menggalang dana, terus menjalin komunikasi, silaturahmi dengan tokoh masyarakat, agama, pemuda, ormas, RT/RW, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Polsek, Koramil, FKUB, Kemenag dan Pemda Kabupaten Tangerang guna mendapatkan IMB. Daya, usaha, perjuangan, kesabaran, dan doa yang tak pernah putus oleh seluruh umat itu berbuah manis. Atas ijin dan anugrah Tuhan sendiri, pada hari Senin, 31 Agustus 2020, Bapak Zaki Iskandar menyerahkan IMB Gereja Santa Perawan Maria Benteng Gading, Gading Serpong kepada Romo Hadi di Kantor Bupati Tangerang di Tigaraksa. Sehari kemudian, Selasa, 1 September 2020, IMB dilaporkan dan diserahkan kepada Bapak Uskup Ignatius Kardinal Suharyo, oleh Romo Hadi, DPH, dan PPG SPMBG. Panitia terus bergerak setelah cut and fill selesai, pada hari Kamis, 18 November 2021 dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja SPMBG oleh Bapak Bupati Zaki Iskandar dan Bapak Uskup Ignatius Kardinal Suharyo. Pembangunan terus berjalan, hingga tepat pada hari ulang tahun ke 10 Paroki Alam Sutera, hari Sabtu, 15 Januari 2022, dilakukan upacara pemancangan tiang pancang pertama. Lalu progres berlanjut hingga setahun kemudian pada hari Senin, 30 Januari 2023 dilakukan upacara topping off berupa pemasangan potongan bagian puncak dari rangka baja atap. Kendati progres pembangunan belum 100%, Puji Tuhan area parkir dan aula sudah selesai dan Bapak Zaki Iskandar di akhir karya sebagai Bupati, berkenan meresmikan gedung Gereja Santa Perawan Maria Benteng Gading, pada hari Senin, 4 September 2023 bersama Bapak Uskup Igantius Kardinal Suharyo. Syukur dan terima kasih atas segala dukungan umat, Yayasan Tarakanita, tokoh masyarakat, tokoh agama Kelapa Dua, Medang, Pagedangan. Juga kepada tokoh pemuda, ormas, pemerintahan, TNI, Polri, FKUB dan Kemenag Kabupaten Tangerang, sehingga kerinduan umat Katolik Gading Serpong untuk memiliki tempat ibadah dapat terwujud. Mari bersyukur dan penuh sukacita menyambut perayaan Ekaristi perdana di Aula Gereja SPMBG hari Minggu, 22 Oktober 2023. Tuhan menyertai karya-karya kita dan biarlah Tuhan sendiri yang akan menyempurnakannya. Kemuliaan kepada Bapa, Putera, dan Roh Kudus, seperti pada permulaan, sekarang, dan sepanjang segala abad. Tuhan Yesus memberkati, Bunda Maria menyertai dan mendoakan. (AHS)

  • Doa Rosario Lingkungan St. Georgius

    Setiap lingkungan saat ini pasti sudah mengadakan salah satu kegiatan rutin kita setiap kali memasuki bulan Oktober yang juga dirayakan sebagai bulan Rosario, yaitu doa Rosario bersama, tak terkecuali lingkungan St. Georgius Gading Serpong, dimana tahun ini kami ingin sesuatu yang lebih spesial dengan mengadakan doa Rosario kedua berbarengan dengan acara ziarek di Lembah Karmel Cikanyere. Acara ziarah dan reakreasi ini memang khusus diadakan secara singkat hanya 2 hari, pada Sabtu - Minggu, tanggal 7 - 8 Oktober 2023, mengingat kesibukan para umat di lingkungan St. Georgius, namun tetap rindu untuk melakukan ziarek dan berdoa bersama. Pertemuan doa Rosario ketiga, kembali diadakan hari Selasa, tanggal 10 Oktober 2023, di salah satu rumah umat lingkungan St. Georgius di wilayah Gading Serpong. Kami sangat bersyukur dapat mengadakan doa bersama secara rutin, semoga semakin banyak warga St. Georgius yang bisa menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan ini di waktu mendatang.

  • Rosario Lambang Keselamatan

    Memasuki bulan Oktober, Lingkungan St. Angela Merici mengadakan kegiatan Doa Rosario bersama, dimana kegiatan doa Rosario ini diadakan di rumah salah satu warga lingkungan, supaya anggota lingkungan dapat menghadiri kegiatan tersebut. Melalui doa rosario bersama, warga lingkungan dapat saling menguatkan dan saling mendoakan satu dengan yang lain. Rosario merupakan doa yang berisi misteri keselamatan dari saat mulai Yesus di kandung oleh Bunda Maria, sampai Yesus dimuliakan di surga dan mengutus Roh Kudus, dengan mendaraskan doa Salam Maria berulang kali sebanyak 10 kali dan merenungkan misteri yang dirangkai dalam rosario. Doa rosario yang sangat sederhana menjadikan salah satu sarana bagi umat untuk selalu bertekun dalam iman dan pengharapan. Semua orang Katolik mencintai Bunda Maria sebagai perantara kepada Bapa. Melalui doa Rosario dan doa Tiga Salam Maria yang didaraskan dengan iman, banyak mukjizat yang terjadi. Lingkungan St. Angela Merici juga selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul dan menyantap hidangan yang disediakan setelah doa Rosario bersama. Di sini terjadi komunikasi saling bertukar cerita, informasi dan saling kenal sebagai warga lingkungan. Indahnya berbagi.

  • Bernyanyilah dengan Sukacita

    Do re mi fa so la si do... Rangkaian not balok dibentuk menjadi sebuah susunan yang akan menjadi sebuah nada. Rangkaian tiap nada akan membentuk sebuah lagu... Seperti itupun halnya di lingkungan St. Angela Merici, dari satu orang yang senang bernyanyi dan memuji Tuhan, kemudian berkumpul menjadi beberapa orang dan akhirnya membentuk sebuah komunitas koor yang menjadi sebuah kegiatan yang solid di lingkungan. Setiap hari Selasa, kami para anggota koor memiliki komitmen untuk berlatih bersama membentuk suara-suara kami menjadi satu harmoni indah. Bertugas bersama di Gereja, mewujudkan rasa suka cita dan damai sejahtera dalam diri kami masing-masing. Kebersamaan dalam berlatih bersama menjadikan suara sumbang / fals bukan lagi menjadi alasan. Intinya adalah bernyanyi dan berlatih bersama sehingga terciptalah harmonisasi dalam setiap nada yang kami persembahkan. Bersama lingkungan bernyanyilah. Dengan nyanyian kita dapat memuji Tuhan. Tuhan senang jika kita bernyanyi bagi-Nya. Hal baik akan tercipta untuk para anggota koor lingkungan St. Angela Merici untuk menjadi suatu wadah komunitas saling mengenal, mengisi dan menghibur bersama. Hati yang gembira adalah obat, bernyanyilah sebagai ucapan syukur atas semua anugerah yang diberikan Tuhan. Mazmur 105:2 "Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!"

  • KAJ PANEN RAYA

    Agung dan megah, penuh keyakinan dan mantap. Enam Kekasih Allah menuju Altar Tuhan dengan diiringi lagu “Jiwaku Memuji Tuhan”, Diakon Bernard Rahadian, Diakon Ignasius Wahyudi Paweling, Diakon Marcellinus Vitus Dwiputra, Diakon Antonius Arfin Samosir, Diakon Albertus Adiwenanto Widyasworo, dan Diakon Ludowikus Andri Novian melangkah gagah dalam barisan menuju Altar Suci. Wajah sumringah penuh sukacita tergambar jelas dalam senyum yang selalu menghiasi wajah mereka. Selasa, 15 Agustus 2023 pukul 17.00 WIB, menjadi hari yang sangat bersejarah bagi 6 diakon KAJ ini. Gereja St Perawan Maria Diangkat ke Surga, Paroki Katedral, menjadi saksi betapa anugerah Allah melimpah pada GerejaNya dalam Tahbisan Imamat Suci. Sukacita dan dukungan luar biasa nampak dalam kehadiran imam-imam yang hadir memenuhi hampir separuh bagian gereja, keluarga, kerabat dan umat KAJ memenuhi Gereja dan pelataran. Sungguh, pengharapan itu telah menjadi nyata. Pengharapan akan hadirnya imam-imam baru bagi KAJ yang siap berkarya di tengah kota metropolitan ini. Sukacita KAJ hari ini, adalah sukacita besar Gereja St Laurensius, Paroki Alam Sutera. Bagaimana tidak bersukacita? Jika Diakon Bernard Rahadian adalah putra sulung paroki kita yang ditahbiskan menjadi imam. Sosoknya yang sederhana, rendah hati, dan ‘gak neko-neko’ menjadi kekaguman tersendiri bagi umat paroki Alam Sutera. Dalam diam dan ketenangannya, ia menjawab panggilanNya. Dan Tuhan memilihnya. Sukacita yang semakin indah juga menjadi alasan kita karena Diakon Ignasius Wahyudi Paweling yang sejak Februari lalu menjalani masa diakonatnya di paroki kita, juga menerima sakramen Imamat. Sempurnalah sukacita ini bagi paroki kita. Satu demi satu seluruh rangkaian Tahbisan Imamat 2023 berjalan dengan lancar, khusuk dan penuh hikmat. Dalam khotbah, Bapak Uskup Ignasius Kardinal Suharyo memberi catatan dan permenungan bagi yang hadir, pun sebagai peneguhan bagi para calon imam. Bapak Uskup mengingatkan bahwa setiap orang beriman dipanggil untuk bertumbuh menuju kesucian yang sempurna, dan kepenuhan hidup kristiani. Imamat salah satu jalan untuk menanggapi panggilan ini. Dan orang yang berbakti pada Tuhan akan dilimpahi rahmat, seperti Bunda Maria yang adalah pribadi yang berpengharapan yang menjadi teladan kita untuk terus berharap kepada Tuhan saja. Dalam pengharapan itu, Allah akan menyempurnakan pengharapan kita. Ketekunan dan kesetiaan menjadi hal penting yang harus terus diupayakan. Maka, berdirilah teguh jangan goyah sebagaimana nasihat Rasul Paulus. Dengan berdiri teguh segala upaya kita tidak sia-sia. Lebih lanjut, Bapak Uskup menyampaikan, bagaimana imam dapat menjadi saksi dan mewartakan pengharapan? Jawabannya sudah jelas: Dengan berdiri teguh dalam imamat dan menjadikan imamat sumber sukacita dan kebahagiaan. Melaksanakan tugas perutusan dengan gembira. Semoga para neomis/imam yang baru tertahbis senantiasa mencirikan hal ini. Momen lain yang begitu indah dan sangat menggetarkan hati penulis adalah saat para diakon tiarap di depan altar, merendahkan diri di hadapanNya, mohon doa dan kekuatan dalam pujian Litani para Kudus yang dilantunkan dengan sangat merdu oleh koor. Saat itulah penulis merasakan betapa luar biasanya cinta Allah bagi KAJ. Di tengah keindahan dunia dengan segala kenikmatannya, Allah masih berkenan memilih 6 orang muda bagi GerejaNya dan mereka mau menanggapiNya. Allah menanamkan cinta yang membara pada Gereja di hati 6 orang muda yang luar biasa ini. Kekaguman dan syukur semakin meluap tatkala mendengar jawaban lantang para diakon saat menjawab kesediaannya untuk menjadi imam bagi KAJ. Dan Bapak Uskup mentahbiskan mereka menjadi Imam bagi Keuskupan Agung Jakarta. Sungguh peristiwa yang luar biasa mengangumkan. Tak kalah seru dan saat yang dinanti oleh seluruh umat adalah saat pembacaan tempat perutusan bagi para neomis. Rm Thomas Ulun Ismoyo, Wakil Sekretaris KAJ, dengan tegas membacakan perutusan para neomis: Rm Antonius Arfin Samosir diutus ke Paroki Pulomas, Rm Albertus Adiwenanto Widyasworo diutus ke Paroki Kranggan, Rm Ludowikus Andri Novian diutus ke Paroki Bojong Indah, Rm Marcellinus Vitus Dwi Putra diutus ke Seminari Tinggi YP II, Rm Bernard Rahadian diutus ke Paroki Kelapa Gading dan Rm Ignasius Wahyudi Paweling diutus ke Paroki Alam Sutera. Tibalah momen yang juga indah…. Berkat Perdana yang menjadi momen pamungkas dari para neomis. Waaooow… Berkat Perdana dari 6 Imam Baru….. Keren bukan? Sungguh ini Panen Raya! Proficiat bagi para Neomis. Semoga tetap teguh dan jangan goyah. Menjadi Gembala Baik dan Murah Hati. Salam Sukacita, Caroline Idham

  • Merayakan Kemerdekaan RI bersama Kelompok Belajar Cinta Kasih

    Dalam rangka hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kami warga Lingkungan St. Angela Merici mengadakan kunjungan bakti sosial ke Kesusteran Karmelitas "Kelompok Belajar Cinta Kasih". Kelompok Belajar Cinta Kasih merupakan wadah anak-anak sekitar daerah Meruya untuk belajar bersama dari TK A, TK B, SD dan SMP. Dimana mereka diajarkan belajar membaca, menulis, mewarnai, bahasa Inggris dan Matematika. Lingkungan St. Angela Merici mengadakan kegiatan ini karena ingin membangun rasa cinta Tanah Air kepada bangsa Indonesia. Kebersamaan melalui kunjungan bakti sosial membentuk wujud sikap saling peduli, memperhatikan, mempersatukan dan berbagi kasih. Kegiatan ini diadakan pada hari Sabtu, 19 Agustus 2023, di sana kami mengadakan kegiatan bernyanyi bersama lagu kebangsaan seperti 17 Agustus 1945, Tanah Air, Garuda Pancasila dan lain sebagainya. Adapula perlombaan seperti makan pisang, lomba kelereng, tiup balon, tebak gaya. Anak-anak Cinta Kasih dan anggota Lingkungan St. Angela Merici bergabung bersama dan bergembira dalam acara tersebut. Tampak wajah senyum berhias pada anak-anak Cinta Kasih. Rasa senang meliputi kegiatan kebersamaan ini. Beberapa anak-anak Cinta Kasih juga menggunakan pakaian adat untuk mengikuti kegiatan ini sebagai wujud bangga sebagai anak Indonesia seperti lirik lagu "AKU ANAK INDONESIA, Anak yang Merdeka Satu Nusaku Satu Bangsaku Satu Bahasaku Indonesia Indonesia Aku bangga menjadi anak Indonesia" Hanya ucapan syukur kepada Tuhan, kita mempunyai tanah air Indonesia yang indah dengan beragam suku, budaya, agama dan bahasa. ---

  • WKRI Menampilkan Wajah Gereja Katolik dan Wajah Indonesia

    Dihadiri lebih dari 35 anggota dan pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia, WKRI ranting Santa Angela (wilayah 18) menyelenggarakan Misa Syukur hari jadinya yang ke-15. Misa yang dipersembahkan oleh Romo Hadi Suryono pada sore hari tanggal 27 Januari 2023 yang bertepatan dengan Pesta Nama Santa Angela Merici ini, berjalan khidmat dan unik karena ibu-ibu yang hadir semua berkebaya. Dalam pesan homilinya, Romo Hadi kembali mengingatkan agar WKRI tidak hanya berkarya di seputar altar, WKRI dipanggil untuk keluar hadir dalam komponen masyarakat dan menampilkan wajah gereja Katolik, mewujudkan gereja yang Indonesia, ke-Indonesiaan musti tampak. Ibu Hertiana Halim sebagai Ketua WKRI ranting Santa Angela berterima kasih atas segala dukungan. Beliau mengatakan bahwa ‘pekerjaan rumah’ WKRI ranting Santa Angela masih banyak, harus lebih berkarya di masyarakat dan selalu bisa membawa Kabar Gembira Sukacita di masyarakat dan keluarga sendiri. Pesan senada juga diutarakan oleh Ibu Agustina Mirawati sebagai Ketua WKRI Paroki Alam sutera, beliau berharap agar WKRI ranting Santa Angela lebih mempunyai arti di masyarakat dan tetap semangat dalam berkarya. Pemenang berbagai lomba yang diselenggarakan dalam rangka HUT juga diumumkan pada sore itu. Semoga WKRI ranting Santa Angela dan juga WKRI Paroki Alam Sutera semakin hadir di tengah masyarakat menampilkan wajah Gereja Katolik dan wajah Indonesia seperti pesan Romo Hadi. Selamat Ulang Tahun. (antonio)

  • Pesta Nama St. Angela Merici

    Santa Angela Merici lahir pada tahun 1470 di Desenzano, Italia Utara. Ayahnya adalah seorang petani anggur sederhana dan ibunya berasal dari keluarga bangsawan terpandang. Sejak kecil beliau beragama Katolik dan mengidolakan Santa Ursula. Beliau dikenal sebagai pembawa damai dan penghibur orang yang sedang menghadapi masalah serta penasihat bagi gadis dan remaja. Hal itu terjadi karena ketekunan dan kesetiaannya dalam berdoa. Beliau mempunyai cita-cita supaya anak-anak, terutama anak perempuan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan secara utuh, yaitu intelektual dan kepribadian. Beliau mendirikan ordo Suster Ursulin yang hingga saat ini masih terus berkarya dalam berbagai bidang, mendidik dengan penuh kasih. St. Angela Merici merupakan nama pelindung Lingkungan di Cluster Asri, Amarillis dan Margajaya, area Alam Sutera. Pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2023, kami merayakan pesta nama yang ke-9 lingkungan kami yang dipimpin oleh Romo Hadi Suryono Pr. Semoga dengan pesta nama Lingkungan St. Angela Merici menjadikan warga semakin bersama, suka cita dalam menjalin hidup dan saling melayani. Terima kasih Santa Angela Merici.

bottom of page