sacraments.png

7 Sakramen Gereja Katolik

Berbicara tentang makna dan tujuan dari ke-tujuh sakramen dalam Gereja Katolik, tidak lengkap jika tidak menyertakan arti dari “sakramen” itu sendiri. Secara etimologis atau asal kata, sakramen berasal dari bahasa Latin “Sacramentum” yang digunakan untuk menerjemahkan kata “Mysterion” dalam bahasa Yunani. Kata “Mysterion” ini sendiri ditemukan dalam kitab suci. Dalam Perjanjian Lama, bermakna misteri Allah mewahyukan diri dalam sejarah yakni dalam ruang dan waktu manusia untuk menyelamatkan manusia. Sedangkan dalam kitab suci Perjanjian Baru, Mysterion ini langsung merujuk pada pewahyuan diri Allah untuk menyelamatkan manusia dalam diri Yesus Kristus. Dengan demikian, kata Sacramentum-Mysterion, sesungguhnya merujuk pada maksud rencana dan tindakan Allah untuk menyelamatkan manusia, yang dimulai dengan beragam cara dan penuh dalam diri Yesus Kristus.


Dari pemahaman ini, kemudian, pada sekitar abad XII, oleh Gereja Katolik kata sakaramen merujuk pada ketujuh sakramen bertolak dari pemahaman Gereja atas segala tindakan Yesus sendiri. Bahkan sakramen-sakramen menjadi tanda nyata kehadiran Kristus dalam Gereja. Sacrosantum Consilium 7 (SC 7) mengatakan “dengan kekuatanNya, Kristus hadir dalam sakramen-sakramen sehingga bila ada orang yang membaptis, Kristus sendirilah yang membaptis”. Sekadar untuk diketahui, jauh sebelum Gereja menetapkan tujuh sakramen, ada begitu banyak sakramen dalam Gereja. Namun kemudian Gereja melihat bahwa, ketujuh sakramen ini merupakan tanda yang paling kelihatan, yang bisa dinilai dan ditangkap oleh umat beriman sebagai sarana ilahi untuk menguduskan, menyelamatkan dan menumbuhkan cita rasa iman. Sehingga, sakramen kemudian bermakna, tanda dan sarana kelihatan dari Allah yang tak kelihatan untuk keselamatan orang beriman dalam diri Kristus. 

7 Sakramen Gereja Katolik: