Seminar Rohani bersama Romo Eko Wahyu Osc

Keluarga yang Tumbuh dalam Perayaan Ekaristi dan Peduli untuk membangun Gereja Allah

Panitia Pembangunan Gereja St Perawan Maria Benteng Gading


Hari Sabtu pagi, 2 Juli 2022, tampak orang berbondong-bondong datang ke Gereja St. Laurensius, Alam Sutera. Ada beberapa acara diselenggarakan di situ, antara lain vaksinasi Covid-19, misa pemberkatan nikah, dan seminar rohani bersama Romo Eko Wahyu, OSC. Romo Eko datang ke St. Laurensius Alam Sutera? Ya, ternyata beliau datang atas undangan Panitia Pembangunan Gereja St Perawan Maria Benteng Gading. Dari 600 kursi yang disediakan oleh panitia, hampir semua terisi dan sebagian besar peserta sudah hadir sejak pagi.


Romo Eko Wahyu memang banyak penggemarnya, hal ini juga disebutkan oleh Romo Hadi Suryono, Pr, pastor paroki Alam Sutera, saat membuka acara ini. Beliau menyebutkan Romo Eko Wahyu sebagai seorang Youtuber yang terkenal. Memang romo Eko Wahyu memberikan seminar dengan cara dan gayanya yang khas, yaitu penuh canda dan tawa tanpa mengesampingkan isi seminarnya. Juga romo mengajak peserta bernyanyi, mengadakan dialog dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, sehingga umat diajak ikut berpikir.


Pada perjamuan terakhir Yesus membagikan roti dan anggur, dan dalam tradisi Yahudi, roti adalah lambang makanan sehari hari sedangkan anggur adalah lambang sukacita. Maka kalau orang Yahudi menghadirkan roti dan anggur, maka yang dihadirkan adalah sukacita yang berlimpah. Yesus tahu bahwa hidup di dunia tidak mudah, sehingga Ia menyediakan diri sebagai makanan agar kita kuat menghadapi tantangan. “Akulah Roti Hidup, barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku ia mempunyai hidup yang kekal…” (Yoh 6:51-58). Perayaan Ekaristi harus membawa dampak nyata yaitu gembira, penuh syukur dan sukacita karena sudah ditopang oleh Ekaristi.


Selain itu dalam Perayaan Ekaristi Kristus mempersembahkan diri, dan Dia-pun menginginkan kita mempersembahkan kehidupan kita. Yesus ingin menyatu dengan kita, ingin membuat kita sama dengan diri-Nya. Tujuannya adalah agar manusia diselamatkan sampai di surga. Sering kita salah mengartikan kebaikan Tuhan, dengan meminta hal-hal yang bersifat duniawi dalam doa-doa kita. Perlu diingat bahwa meskipun banyak terjadi mukjizat kesembuhan, namun tidak semua orang sakit disembuhkan, karena Yesus datang bukan untuk menyembuhkan melainkan untuk menyelamatkan.


Dalam Perayaan Ekaristi ada juga terjadi perjalanan Emaus sebagaimana dua orang murid berjalan bersama Yesus yaitu meratapi kehilangan (kekecewaan, pengalaman pahit, kesedihan dan lain lain); menegaskan kehadiran dengan bersikap rendah hati; mengundang Tuhan ke dalam hati kita melalui credo; menyatukan diri dengan Tuhan dalam persekutuan/ communion; dan bersiap menjalankan tugas perutusan, bersiap untuk memikul salib. Perayaan Ekaristi adalah bekal bagi kita untuk menghadapi orang-orang yang menyebalkan dan menyakiti kita. Ekaristi adalah Sakramen yang paling indah.


Akhirnya, meskipun acara berakhir lebih lama daripada jadwal yang sudah disusun oleh panitia, para peserta tetap setia dan tidak beranjak dari tempat duduknya. Yang menarik, panitia menyediakan beberapa souvenir atau hadiah berupa salib bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan romo dengan benar dan bagi yang mengajukan pertanyaan. Pada akhir acara romopun tidak bisa langsung meninggalkan tempat karena banyak yang ingin sekedar menyapa, meminta foto bersama, memohon berkat dll.


Proficiat bagi panitia seminar yaitu Lingkungan St. Teresa Kalkuta dari Gading Serpong yang telah menyelenggarakan acara dengan sukses, meskipun pada awalnya peserta yang mendaftar tidak banyak sehingga membuat panitia cemas. Juga selamat pada MC dan tim Mudika yang telah memeriahkan acara dengan musik, lagu-lagu serta gerak dan lagu. Tuhan memberkati.


---

461 views

Recent Posts

See All