Gereja Katolik Santo Laurensius - Paroki Alam Sutera

Pelayan Altar

Pengurus Baru Putera Altar dan Puteri Sakristi Periode 2015
Paroki St. Laurensius


PUTERA ALTAR
Ketua: Nicolas Barnas
Wakil : Michael Kyrieko
Sekretaris : Raynard Christian & Victor Chrisantori
Koordinator tim pelatih : Aldo MH & Josef Evan
Komite The Seeds : Rafael Leonardo , Gerardus Aditya, Kevin Gunarso, Edwin Julianto, Raffael Christian, Samuel Johansen, Yohanes Marcell, Fransiskus Aslan, Ronaldo Utomo, Adi Ardanisworo, Ignatius Kevin P, WilsonJayaputra

PUTERI SAKRISTI
Ketua: Ancilla Betaria
Wakil: Vania, Bridgitta
Sekretaris: Valerie, Cornel, Benita, Yienna
Humas: Agatha, Stephanie C, Beatricea, Graciella
Tim Pelatih: Theresa, Michelle O, Ria, Bernika, Gaby Q, Noni


Sekilas tentang
Puteri Sakristi Paroki Santo Laurensius
oleh Vania Clarensia

Puteri Sakristi adalah suatu perkumpulan remaja perempuan yang bertugas dalam pelayanan liturgi. Lain dengan Putra Altar yang bertugas melayani altar saat misa berlangsung, Putri Sakristi bisa dikatakan bertugas “dibelakang layar”. Mereka bertugas melayani altar sebelum dan sesudah misa. Sebelum misa, mereka bertugas untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk terselenggaranya Ekaristi, seperti mempersiapkan alat-alat liturgi dan kebutuhan yang digunakan untuk persembahan (seperti mempersiapkan hosti, sibori, piala, anggur dan air, dll), dan buku-buku yang diperlukan (buku bacaan, buku misa, Tata Perayaan Ekaristi, dll),dan membantu pastur dengan mempersiapkan Kasula (baju yang digunakan pastur saat misa). Sesudah misa, puteri sakristi bertugas untuk merapikan/membereskan alat-alat liturgi dan buku yang sudah dipakai untuk dikembalikan ke sakristi.

Puteri Sakristi bertugas menggunakan system jadwal sehingga setiap puteri sakristi mendapat giliran untuk bertugas. Selain bertugas dalam melayani gereja, Putri Sakristi juga memiliki banyak kegiatan kebersamaan yang bergabung dan bekerjasama dengan Putra Altar, yang di sebut (Putra Altar Putri Sakristi). Kegiatan yang dilakukan oleh PAPS tersebut bukan hanya bertugas sesuai jadwal, namun ada juga kegiatan yang bermanfaat untuk pengembangan diri dan iman seperti PAPS Enterpreneurship (berjualan untuk pencarian dana), kegiatan tahunan seperti Live In, Camping, Retret, dan masih banyak kegiatan lainnya.

Putri Sakristi di St. Laurensius sekarang sudah mencapai 5 angkatan, dengan jumlah PutriS akristi yang aktif bertugas sebanyak 107. Sebenarnya masih banyak jumlahnya namun saat ini mereka sudah memasuki perguruan tinggi, sehingga sudah tidak dapat aktif bertugas lagi.

Syarat masuk Putri Sakristi:
–  Usia minimal kelas 1 SMP
–  Sudah dibaptis
–  Sudah menerima KomuniPertama
–  Bertanggungjawab dan berkomitmen dalam menjalankan tugas pelayanan

SEKILAS PAPS  –  St. LAURENSIUS:


Picture

Kelompok PAPS Santo  Laurensius adalah kelompok putera altar dan puteri sakristi yang bertugas sebagai pelayan altar di gereja Santo Laurensius, Alam Sutera. Kelompok ini memiliki semboyan “ BERTANGGUNG JAWAB ITU MUDAH “.  Sudah ada sejak tahun 2005. pada mulanya PAPS gereja Santo Laurensius berasal dari Paroki Santa Monika BSD. Namun seiring dengan pembangungan gereja Santo Laurensius, maka  4 orang Putra altar yaitu Fransiscus Leo Chandra, Johanes Steven ( Johan ), Bernard Rahadian, dan Evantio serta 2 orang puteri sakristi  yaitu Klara Melina dan Janice Widjaja  dipindahtugaskan ke Santo Laurensius. Keenam PAPS inilah yang dapat dikatakan sebagai perintis berdirinya organisasi PAPS di paroki kita. 

Mereka pun mulai menjalankan tugas pelayanan di gereja Santo Laurensius yang pada awal mulanya misa diadakan di gymnasium sekolah Santa Laurensia. Dikarenakan jumlah umat yang semakin bertambah, maka keenam orang ini setuju untuk membuka pendaftaran untuk menjadi putra altar dan putri sakristi baru. Tidak diduga, ternyata banyak sekali anak muda yang mendaftar masuk ke dalam kelompok ini. Setelah mendaftar, keenam orang ini pun mulai memberikan pelatihan putra altar kepada calon putra altar yang baru ini. Setelah menjalani latihan yang cukup lama, akhirnya pada tanggal 22 Juli 2007 putera altar angkatan pertama dilantik oleh Pastur Donatus Manalu,OSC. Selain itu, kelompok PAPS adalah kelompok muda – mudi pertama yang terbentuk di gereja Santo Laurensius. Dikarenakan sudah menjadi suatu organisasi, maka sangatlah wajib apabila membentuk kepengurusan yang bertujuan untuk mengurus organisasi PAPS Santo Laurensius. Dari hasil rapat, terbentuklah susunan panitia dengan ketua Johanes Steven (Johan) dan William sebagai wakil. Mereka tidak hanya bekerja berdua tapi mereka dibantu oleh sebuah tim yang bernama tim 8. Tim 8 adalah sebuah kelompok yang merupakan bagian dari kepengurusan PAPS yang beranggotakan anak – anak yang dinilai memiliki jiwa Leadership. Kedelapan orang yang terpilih tersebut adalah Rainer , Eduardus Giovanni (Ivo), Kevin Ilham Pratama, Evantio, Fransiscus Leo Chandra, William, Rosario Tobias, Bernard Rahadian. Kinerja mereka juga dibantu oleh 2 orang puteri sakristi yaitu Rani Sonia dan Klara Melina. Mulailah mereka saling bekerja sama dalam mengurus organisasi PAPS.

Setiap 2 tahun sekali, para pengurus ini selalu mengadakan pergantian ketua. Setelah Johan sebagai ketua pertama , Eduardus Giovanni (Ivo) menjabat sebagai ketua kedua. Dikarenakan Ivo akan meneruskan pendidikan ke luar kota, maka jabatan ketua diserahkan kepada Fransiscus Leo Chandra. Setelah masa jabatan Leo berakhir, Rosario Tobias pun mengambil alih posisi ketua putra altar. Pada masa jabatan Rosario Tobias inilah tim 8 baru pun terbentuk. Salah satu anggota tim 8 yaitu Al Martin menjadi ketua putra altar selanjutnya. Pada saat inilah organisasi putera altar dan puteri sakristi mulai mengadakan kegiatan seperti retret, outbond, dan live-in. Selain itu, di tahun inilah mereka membuka pendaftaran kedua untuk menjadi PAPS. Hal yang sama mereka lakukan seperti waktu mereka masuk yaitu memberikan pelatihan kepada calon PA baru angkatan kedua. 2 tahun berikutnya, Al Martin menyerahkan jabatan ketua kepada Ignasius Arie. Setelah Arie, giliran Andreas Barnas menjabat sebagai ketua. Andre pun membentuk tim 8 yang baru untuk membantunya dalam bertugas. Di masa ini, kegiatan PAPS Laurensius semakin banyak. Mereka mengadakan live-in ke daerah yang cukup jauh dari Jakarta yaitu Jogjakarta, camping di Sukabumi, kunjungan ke Seminari Wacana Bakti, kunjungan ke Museum Katedral Jakarta, dan juga turnamen futsal antar paroki di bawah penggembalaan pastor OSC di Tangerang. Kegiatan yang belum pernah ada sebelumnya. Di tahun ini pula kembali organisasi ini membuka pendaftaran PAPS yang ketiga. Di tahun ini jugalah, jumlah PAPS sangat banyak sehingga Andreas Barnas memutuskan untuk tidak membuka pendaftaran dulu tahun depan. Setelah beberapa anggota putra altar angkatan 1 dan 2 yang berhenti dengan alasan akan melanjutkan pendidikan, maka pendaftaran kembali dibuka mengingat semakin bertambahnya jumlah umat di Paroki Santo Laurensius dan jumlah misa yang ditetapkan. Tanpa diduga, jumlah anak yang mendaftar cukup banyak sehingga terbagi dalam dua angakatan yaitu angkatan 3 dan 4. 

Pada tahun 2014 ini, baru saja Andreas Barnas menyerahkan tanggung jawab ketua kepada Ferdinand Aldi Ibrahim dan juga di tahun ini putra altar angkatan 4 baru saja dilantik pada tanggal 19 Oktober 2014 
Dengan masuknya PA angkatan 4 dan PS angkatan 5, maka  jumlah PAPS Santo Laurensius saat ini terdaftar ada sebanyak 180 orang anggota aktif dari beberapa angkatan 2 hingga angkatan 4 dan sekitar 60 orang sudah menjadi alumni. Saat ini,dibawah pimpinan ketua putra altar – yaitu Ferdinand Aldi Ibrahim dan ketua PS Ancilla Betaria Tirtana yang baru saja menggantikan Silviani Aprilia – akan banyak pula kegiatan yang akan mereka jalankan di tahun berikutnya. Di tahun ini, mereka sudah berhasil menjalankan program pertama yaitu lari pagi bersama. Menarik bagi kita semua untuk menunggu program dan kegiatan apa lagi yang akan dilaksanakan PAPS Laurensius di tahun depan.

Itu sekilas tentang sejarah PAPS Santo Laurensius. Semoga apa yang saya tulis disini bisa berguna bagi kalian dan angkatan – angkatan selanjutnya dalam mengenal awal mula terbentuknya organisasi ini. Selain itu, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi angkatan – angkatan selanjutnya bahwa organisasi ini sudah berdiri cukup lama dan sangat dikenal di kalangan umat Santo Laurensius. Karena itu, sangat layak bagi kita semua untuk terus mempertahankan dan menjaga nama dan citra yang baik di mata umat paroki lain khususnya Paroki Santo Laurensius. 

Sekian dan terima kasih

Picture

Serpong, 2 November 2014
Rainer Wiria
Pembina Putra Altar Santo Laurensius (Angkatan  1)

PERJALANAN PUTRA ALTAR DAN PUTRI SAKRISTI
Paroki Santo Laurensius
Seperti dikisahkan oleh Ruth Solaiman – Pelopor Pendamping PAPS St. Laurensius

Peletakan Batu Pertama,
Petugas putra altar adalah putra Altar St Monika yaitu Ivan dan Rinus.

Misa perdana di Gymnasium Sekolah Santa Laurensia  (2 Oct 2005)

Putra Altar adalah
· Fransiskus Leo Chandra, Evan Tio ( dua orang putra altar yang sudah dilantik dari Monika)
· Johan dan Bernard (2 orang putra altar yang belum dilantik di St Monika dan setia berjanji menunggu pelantikan di Stasi Laurensius)

Keempat orang ini adalah pionir utama dari putra altar stasi sto.Laurensius

Sedangkan Pioner PS adalah Clara Melina (sudah dilantik di Monika) dan
Janice  (belum dilantik di Monica). Merekalah yang bertugas bergantian dengan didampingi pendamping PA-PS

Berhubung sejak tangal 2 Oct 2005 telah ada misa rutin satu minggu satu kali pukul 07:00 pagi, maka mau tidak mau harus mencari putra altar. Untuk itu pencarian dilakukan dengan memasukkan pengumuman di sekolah St Laurensia dan melalui lingkungan.

Dimulailah perjalanan putra Altar angkatan pertama yaitu 30 orang baru

Misa Natal pertama di Gymansium adalah 24 dan 25 Dec 2005, dengan Petugas putra Altar yang didapat dengan cara “door to door” meminta bantuan para remaja yang pernah menjadi putra altar di paroki lain untuk membantu keempat pioneer ini  dan didapatlah 1 orang.

Awal pelatihan dilakukan oleh Kak Ebit,Kak Rinus dan Kak Ivan dari St Monika dan yang paling berjasa untuk itu ini adalah Kak Ebit.
Dengan berjalannya waktu, Kak Yugo datang membantu sehingga stasi Laurensius dapat mandiri dalam melatih anak-anak Putra Altar.

Proses pelatihan dan pendampingan Putra Altar baru cukup lama mulai dari January 2005 sd  July 2007.

Pelantikan Putra Altar Angkatan pertama yaitu tanggal 22 July 2007 yang dilantik dalam Misa Pagi bersama umat oleh Romo Donatus Manulu, Osc.  Jumlah dan foto anak-2 yang dilantik dapat dilihat pada lampiran

Berikutnya penerimaan dan pembentukan putra Altar angkatan -2 dimulai dari Oktober 2008 dan sudah langsung ditangani oleh para  putra latar angkatan-1

Kepengurusan Putra Altar:

Ketua Putra Altar dipilih dengan jalan ditunjuk oleh Romo Donatus pada saat pertemuan, sehingga didapatlah susunan pengurus pertama:

Putra Altar:

  • Ketua: Johan (belum dilantik, salah satu pioneer)
  • Wakil Ketua: William (sudah dilantik dari St Monika)

Putri Sakristi:

  • Ketua: Jocheline
  • Akhirnya diganti dengan Rani Sonia karena Jocheline pindah rumah ke lokasi bukan diarea Stasi St Laurensius.

Sebenarnya kepengurusan ini dapat dikatakan tidak berjalan, karena mereka semua masih baru dan pendamping juga sedang mencari bentuk suatu organisasi putra altar (maklum para pendamping memang semuanya sangat awam dibidang ini).

Dengan berjalannya waktu maka pada bulan Agustus 2008 terbentuklah TIM 8 yang dipilih berdasarkan kriteria sbb:

  • Menguasai Tata gerak PA
  • Mempunyai bakat leadership mampu memimpin

Tim 8 yang terpilih adalah

  1. William
  2. Reiner
  3. Giovani Pandisurya (Ivo)
  4. Fransiscus Leo Chandra (Leo)
  5. Evan Tio
  6. Kevin IP
  7. Bernard
  8. Rosario Tobias (Ocha)

Yang mana 4 diantaranya adalah pioneer Putra Altar

Tim 8 inilah yang membantu pendamping untuk mulai membuat program kerja tahun 2009 (cat: program kerja yang dibuat pertama kali oleh mereka)

Akhirnya pada tanggal 25 Januari 2009 terbentuklah susunan pengurus baru yaitu: (periode 1 Feb 2009 sd 31 Jan 2011)

  1. Ketua : Giovani Pandisurya
  2. Wakil Ketua: Fransiscus Leo Chandra
  3. Sekretaris-1: Bernard
  4. Sekretaris-2: Alvin Wijaya
  5. Bendahara-1: Rosario Tobias (Ocha)
  6. Bendahara-2: Hans
  7. Sie Humas: Al Martin dan Nelson Gosal
  8. Sie Perlengkapan:  Ryan Christian dan Arie

Sedangkan untuk PS adalah sbb:

  1. Ketua : Rani Sonia
  2. Wakil Ketua: Clara Melina
  3. Sekretaris: Audesia Alvinita
  4. Bendahara: Christina
  5. Sie Humas: Janice
  6. Sie Perlengkapan:  Maria

dikutip dari http://www.papssantolaurensius.com/sekilas-paps.html

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.