Santo Laurensius

Alam Sutera

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Pelindung Gereja

E-mail Print PDF

SANTO LAURENSIUS
 Pesta nama tanggal 10 Agustus

Image

Tanggal 10 Agustus gereja memperingati seorang kudus dan martir, Santo Laurensius. Ia adalah satu dari tujuh diakon yang dipilih dan diberi tugas untuk melayani kaum miskin. Ketika gereja menghadapi masa penganiayaan pada masa kepausan Santo Sixtus, sang Paus harus menghadapi ajalnya. Laurensius saat melihat sang Paus digiring serdadu, ia menangis dan berteriak tak rela sang Paus pergi seorang diri. Sixtus sang Paus mengatakan bahwa dalam tiga hari diakon-diakonnya akan bertemu lagi dengannya. Dengan penuh gembira Laurensius melanjutkan karya pelayanannya, membagikan harta kekayaan gereja kepada kaum kecil dan miskin.

Prefectus Roma, seorang yang kafir dan tamak itu, mengira bahwa gereja memiliki kekayaan yang disembunyikan. Karena itu ia memerintahkan Laurensius untuk memberikan seluruh harta kekayaan gereja kepadanya. Laurensius berjanji bahwa dalam tiga hari ia akan menyerahkan seluruh harta kekayaan gereja kepada Prerfectus tamak tersebut. Laurensius lalu mengumpulkan semua orang kecil dan sakit dari lorong-lorong kota Roma, dan di hari yang ketiga ia menghantarkan orang-orang tersebut kepada sang Prefectus dan berkata; “Inilah seluruh harta kekayaan yang dimiliki gereja.”

Sang Prefectus menjadi amat marah, dan memerintahkan agar Laurensius dianiaya secara perlahan-lahan hingga mati. Laurensius diikat pada kerangka atau kawat besi untuk dipanggang. Namun karena ia menerima penganiayaan ini dengan dipenuhi oleh kecintaannya akan Allah, maka ia hampir tak merasakan sakitnya penderitaan tersebut. Ia bahkan secara kelakar berbicara dengan mereka yang memanggang dirinya; “Sisi yang ini sudah matang. Silahkan balik ke sisi yang lain.” Dan sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir ia masih juga berkelakar dengan berkata; “Aku sudah matang sekarang.” Lalu ia berdoa agar kota Roma menerima iman akan Yesus Kristus, dan bahwa agama Katolik semakin tersebar ke seluruh dunia. Setelah itu ia menghembuskan nafasnya yang terakhir untuk menerima rahmat kemartirannya.

Santo Laurensius sungguh mengimani ayat-ayat Injil yang kita dengar hari ini. “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.”

 

Sumber: http://www.catholic.org/

Last Updated on Wednesday, 22 April 2009 15:14  
Banner

Calendar

February 2012
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 1 2 3

Proficiat !! Minggu tgl. 15 Januari 2012, stasi Santo Laurensius, resmi menjadi Paroki Santo Laurensius, Alam Sutera, Serpong Utara. Peresmian oleh Mgr. Ignatius Suharyo, Pr  [ Uskup Agung KAJ ]