Gereja Katolik Santo Laurensius - Paroki Alam Sutera

Jadwal Jalan Salib, Pengakuan Dosa, dan Pekan Suci

Jalan Salib
“Dalam Jalan Salib kita melihat Allah yang berbagi dalam penderitaan manusia, Allah yang kasih-Nya tidaklah asing dan berjarak, tetapi datang di tengah kita, bahkan hingga menanggung kematian di Salib (bdk Flp 2:8). Allah yang berbagi penderitaan kita, Allah yang menjadi manusia untuk memikul salib kita, ingin mengubah hati kita yang membatu; Ia mengundang kita untuk berbagi dalam penderitaan orang lain.” – Kardinal Ratzinger
5 Alasan Untuk Berdevosi Jalan Salib

Sakramen Pengakuan Dosa
Santo Ambrosius mengatakan bahwa dosa diampuni melalui Roh Kudus, namun manusia memakai para pelayan Tuhan (imam) untuk mengampuni dosa. Para pelayan Tuhan tersebut tidak menggunakan kekuatan mereka sendiri; mereka mengampuni dosa bukan atas nama mereka, tetapi atas nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Mereka meminta, dan Tuhan memberikannya.
https://id.wikipedia.org/wiki/Sakramen_Tobat_(Gereja_Katolik)

Minggu Palem
Pada Minggu Palma, gereja tidak hanya mengenang peristiwa masuknya Yesus ke kota Yerusalem melainkan juga mengenang akan kesengsaraan Yesus. Oleh karena itu, Minggu Palma juga disebut sebagai Minggu Sengsara. Dalam tradisi peribadahan gereja, setelah umat melakukan prosesi daun palem (melambai-lambaikan daun palem), umat akan mendengarkan pembacaan kisah-kisah sengsara Yesus yang diambil dari Injil. Memang kisah-kisah ini akan dibacakan ulang dalam liturgi Jumat Agung tetapi pemaknaannya berbeda. Pembacaan kisah sengsara Yesus dalam liturgi Minggu Palma dimaksudkan agar umat mengerti bahwa kemuliaan Yesus bukan hanya terletak pada kejayaan-Nya memasuki Yerusalem melainkan pada peristiwa kematian-Nya di kayu salib.
https://id.wikipedia.org/wiki/Minggu_Palma

Kamis Putih
Pelayanan Kamis Putih secara tradisional dan menyejarah dapat mengenangkan kita pada peristiwa-peristiwa di mana Yesus mendekati masa-masa kematian-Nya.Peristiwa-peristiwa yang sangat kaya makna dan penting. Ini adalah pengenangan pada perempuan yang meminyaki Yesus dengan parfum dari buli-buli dan mengusapnya dengan rambutnya. Ini juga pengenangan akan perjamuan malam yang dilakukan Yesus, di mana untuk terakhir kalinya Yesus berbagi roti Paskah dengan para murid. Ini adalah tanda dari keteladanan Yesus yang mereka semua pengikutnya menyebutnya “pelayan” dan ini juga pengenangan akan pengkianatan yang dilakukan Petrus dan juga Yudas.

Ibadah Kamis Putih adalah pelayanan doa, menggambarkan peran Yesus yang telah datang ke dunia membawa terang, terang yang segera padam. Pelayanan ini memiliki sebuah karunia sebagai garis luarnya sebagai sebuah lingkaran; terang (cahaya)-pelayanan-Perjamuan Kudus-pelayanan-terang. Terang Allah adalah terang dari penciptaan dan terang Kristus. Di dalam terang Kristus kita menemukan sebuah pesan, “Melayani”!
https://id.wikipedia.org/wiki/Kamis_Putih

Jumat Agung
Ini mengubah segalanya. Maka itu tidak hanya masalah menghadiri sebuah penggambaran, tetapi masalah “penerimaan” maknanya, yaitu beralih dari para penonton menjadi para pelaku. Menjadi tergantung kita, peran apa yang mau kita lakukan dalam drama itu, siapa yang kita inginkan: Petrus, Yudas, Pilatus, orang banyak, Simon orang Kirene, Yohanes, Maria … tak seorangpun dapat tetap ‘netral’. Tak mengambil peran berarti menjadi seperti Pilatus yang mencuci tangannya, atau orang banyak “yang berdiri dan menonton” (Luk 23:35).

Jika ketika kamu pulang sore ini, dan seseorang bertanya kepada kita, “Dari mana kamu?”… Kita mesti menjawab, setidaknya di dalam hati: “di Kalvari!”
http://www.katolisitas.org/memaknai-liturgi-jumat-agung/

Sabtu Suci/ Malam Paskah
Berbeda dengan suasana Sabtu Sunyi yang hening dan begitu muram. Malam Paskah adalah saat di mana kita merasakan sukacita besar sambil berjaga-jaga menantikan kebangkitan Tuhan. Yesus yang wafat akhirnya beralih dari alam kematian menuju kebangkitan. Pada perjanjian lama, Malam Paskah merupakan peristiwa penantian lewatnya Tuhan di tanah Mesir untuk membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Firaun. Saat Malam Paskah ini umat Katolik juga akan memperbaharui kembali Sakramen Babtis yang telah diterima. Malam Paskah dapat juga disebut dengan vigili Paskah. Vigili berasal dari kata vigilis yang artinya berjaga-jaga atau bersiap-siap. Pada perayaan malam Paskah ini kita berjaga-jaga bersama Yesus. Bersiap-siap menantikan kebangkitan Yesus dari kematian menuju kehidupan yang baru. Tata cara perayaan malam Paskah dijalankan oleh Gereja Katolik didasarkan pada dekrit Ad Vigiliam Paschalem (tentang Vigili Paskah) yang dikeluarkan oleh Paus Pius XII pada tahun 1951.
http://katolisitas-indonesia.blogspot.co.id/2012/07/puncak-liturgi-gereja-katolik-trihari_17.html

Minggu Paskah
Minggu Paskah disebut juga Hari Raya Kebangkitan Tuhan. Hari Raya Kebangkitan Tuhan ini adalah hari raya dari segala hari raya. Hari itu menjadi hari yang sangat istimewa karena Yesus telah bangkit dari kematian. Yesus telah mengalahkan dosa dan maut dengan kebangkitan-Nya. Hal yang menjadi pembeda yang besar perayaan Ekaristi pada hari itu dengan perayaan Ekaristi pada hari Minggu atau hari raya yang lain adalah dihilangkannya seruan tobat dengan pemercikan air suci.

Ini dikarenakan Kristus telah bangkit dari dosa dan telah menebus seluruh dosa kita. Air suci yang digunakan untuk memerciki umat adalah air perayaan Malam Paskah. Air itu pula yang ditempatkan di pintu masuk gereja yang digunakan umat saat akan memasuki gereja. Selain adanya pemercikan air suci, pada hari ini juga dilagukan Madah Paskah. Madah Paskah ini dinyanyikan sebelum bait pengantar Injil. Lilin Paskah yang telah dinyalakan dengan Api Baru pada perayaan Malam Paskah ditempatkan di posisi yang cukup tinggi dekat altar. Lilin Paskah ini dinyalakan sepanjang masa Paskah selama 50 hari pada saat ada perayaan Ekaristi. Bila masa Paskah telah berakhir, lilin Paskah ini tetap disimpan dan dinyalakan bila ada upacara penerimaan Sakramen Babtis.
http://katolisitas-indonesia.blogspot.co.id/2012/07/puncak-liturgi-gereja-katolik-trihari_17.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.