Gereja Katolik Santo Laurensius - Paroki Alam Sutera

Santo Ignatius dari Loyola

Umat di Lingkungan Santo Ignatius Wilayah 7 Gading Serpong memperingati Santo Pelindung lingkungan mereka yang dirayakan dengan Misa yang dipersembahkan oleh RP. Donie, CMF yang diikuti hampir seluruh umat lingkungan dari anak-anak , remaja, bapak dan ibu, oma dan opa.
Ketua lingkungan Santo Ignatius adalah Ibu Maria Goreti Megarita Oesman yang biasa disapa Bu Mega.
Area pelayanan lingkungan meliputi Blok DC dan Kampung sekitar sekolah Tarakanita Sektor 7A Gading Serpong masuk wikayah 7 dibawah koordinasi Bapak Vinsensius Mulianto.

Selamat Pesta Nama Lingkungan.
Semoga Nilai-nilai santo Ignatius Loyola selalu hidup.

Tentang Santo Ignatius Loyola
31 Juli
Gereja memperingati St. Ignasius dari Loyola. Ignasius adalah Putra bungsu dari sebuah keluarga bangsawan. Ia di didik dalam tradisi dan kebiasaan hidup istana yang sangat mewah dan ketat. Ia pun dikisahkan, masuk dalam jajaran tentara Spanyol, ketika peperangan berkecamuk di masa hidupnya. Empat tahun kemudian, ia lalu mengalami luka parah karena terkena peluru ketika mempertahankan benteng dari serangan tentara Prancis. Menarik bahwa dalam situasi yang demikian sulit dan penuh dengan penderitaan itu, ia akhirnya berjumpa dengan buku-buku bacaan tentang Yesus dan Para orang Kudus. Pada saat itulah Dia diubah hatinya dan terpanggil menjadi pekerja di kebuh anggur Tuhan. Ignasius menggugah kita tentang arti sebuah LUKA dalam hidup. Sebagaimana St, Ignasius, liku-liku LUKA itulah yang akhirnya membawa dia untuk sungguh menemukan Kristus sebagai Jalan Kebenaran dan hidup. Dengan mengalami derita/salib dia menemukan arti sebuah keselamatan dalam Tuhan. Manusia kebanyakan sering melihat LUKA itu sial, atau luka itu luku besar (beban) dalam hidup. Padahal LUKA itu GURU. Sebagaimana dikatakan, pengalaman itu guru yang baik menuju pada sebuah perubahan hidup. Dalam nuansa LUKA ini kita akhirnya harus menyadari bahwa Yesus saja dilukai: lambungnya ditikan, kepala-Nya didera, kaki-Nya dipatahkan, badan-Nya dicambuk, Kaki-Tangan-Nya dipaku…dst, apalagi kita??! Tapi justru dengan situasi yang demikianlah Yesus akhirnya dimuliakan dalam Kerajaan Bapa, dan duduk di sebelah Kanan Allah Bapa di Surga. Kasih itu membutuhkan pengorbanan. Pengorbanan itu membutuhkan derita, derita itu luka, dan luka itu berkat. Jangan pernah menyerah beriman, berharap dan mengasihi Tuhan, kala luka datang mendera. Tetapi tetaplah teguh dan setia dalam Tuhan. Berkat dan kemuliaan-Nya akan senantiasa lestari dan hadir dalam hidup kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published.