Gereja Katolik Santo Laurensius - Paroki Alam Sutera

Renungan: Daya Roh Kudus

                                                                                        DAYA ROH KUDUS

Bola lampu bisa bercahaya setelah ada daya atau energi listrik di dalamnya. Jika daya listrik berkurang, maka cahaya lampu akan tampak redup bahkan mati. Televisi dan alat elektronik lainnya bisa menyala juga karena dihubungkan dengan aliran daya listrik. Tanpa adanya daya yang cukup, semua alat elektronik yang tercanggih sekalipun tidak berfungsi sama sekali. Singkatnya, lampu bercahaya, mesin bergerak, televisi mengeluarkan gambar dan suara, merupakan perwujudan dari daya yang masuk dalam suatu perangkat tertentu.

Hidup manusia juga digerakkan dan difungsikan oleh sebuah daya yang mengalir di dalamnya, yakni daya jasmani dan Ilahi. Makanan dan minuman yang dimasukkan dalam tubuh merupakan sarana menambah daya jasmani. Pribadi yang loyo, kurang bergairah, bahkan yang hampir putus asa tentu karena kurang daya rohani atau Ilahi dalam dirinya.

Yesus mengerti bahwa daya jasmani tak pernah cukup untuk dapat bertahan dalam hidup. Karena itu sebelum kepergian menghadap Bapa Yesus memberi peneguhan, “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu” (Yoh 14 :16-17). Roh itu diam di dalam kita dan memberi daya Ilahi yang mneghidupkan selama-lamanya.

Hidup seorang Kristen dimeteraikan dalam Roh Kudus sejak dibaptis. Ia menerima pewartaan, kemudian dibaptis juga mnedapat pencurahan Roh Kudus. “Sebab setibanya di Samaria Petrus dan Yohanes berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus” (Kis 8:15-16).

Dari sana juga tampak jelas bahwa para rasul mempunyai kuasa dari Roh Kudus yang mereka terima pada saat Pentakosta. Demikian juga, daya itulah yang juga memberi orang-orang Kristen hidup baru dalam Yesus,memberi kekuatan, semangat dalam menghayati hidup baru dalam Yesus, memberi kekuatan, semangat dalam menghayati hidup sebagai pengikut Yesus.

Santo Sirilus dari Alexandria berkata, “Roh kudus mengubah watak orang, dimana ia datang dan bersemanyam, Ia membentuk hidupnya secara baru.” Tanpa kekuatan dari-Nya, kita pasti akan selalu redup dan kurang berdaya guna bahkan akan selalu berada dalam kekelaman dosa. 

Daya memang tidak tampak oleh mata manusia. Demikian juga Roh Kudus tidak bisa dilihat wujudnya oleh mata telanjang. Namun, daya Roh Kudus bisa dilihat dari perwujudannya dalam hidup kita. Daya listrik berasal dari satu sumber, tapi dapat diubah dalam berbagai perwujudan seperti cahaya, suara, gerak dan sebagainya. Demikian Halnya dengan Roh Kudus. Sebagaimana dikatakan St. Sirilus dari Yesusalem, “Meski Roh Kudus itu kodratnya satu, namun oleh kehendak Tuhan dan atas nama Kristus Ia dapat menghasilkan berbagai buah keutamaan.” 

Oleh karena itu, kasih yang kita alami dan keutamaan hidup yang kita perjuangkan perupakan wujud nyata dari daya Roh Kudus yang sedang bekerja dalam diri kita. Apakah kita sudah diubah oleh Daya Roh itu dalam aneka keutamaan? Apa keutamaan yang sedang kita perjuangkan sebagai perwujudan “daya” itu dalam hidup kita?

[Rm. Kardiaman Xaverius Simbolon, O. Carm]– Disarikan dari Ruah April-Mei-Juni 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.