Gereja Katolik Santo Laurensius - Paroki Alam Sutera

Mistagogi

MISTAGOGI BAPTISAN

Mistagogi / Pembimbingan setelah Baptis bagi para Baptisan Paskah 2017 dan Baptisan Natal 2016 akan diadakan setiap Minggu pukul 10:30 – 12:30 di Ruangan Kasih Lt. Dasar Gudung Karya Pastoral Paroki Alam Sutera 

  1. Pertemuan Pertama  21 Mei 2017
  2. pertemuan ke-2         28 Mei 2017
  3. Pertemuan ke-3         11 Juni 2017
  4. pertemuan ke-4         18 Juni 2017
  5. pertemuan ke-5         09 Juli 2017                                                                                                                                           

 Pengumuman ini sebagai UNDANGAN

Para Baptisan Paskah 2017 ataupun Baptisan Sebelumnya tetapi belum mengikuti Mistagogi diwajibkan hadir dan mengikuti Mistagogi ini.

 

 

Dibawah ini ada kutipan dari Paus Benediktus XVI memberikan gambaran pentingnya mistagogi.

 

Dalam Exortasi Apostolik Sacramentum Caritas no. 64, Paus Benediktus XVI memberikan tiga elemen dasar untuk mistagogi :

  1. Pertama-tama, interpretasi ritual harus sesuai dengan peristiwa penyelamatan sesuai dengan Tradisi yang dihidupi Gereja. Sesungguhnya Perayaan Ekaristi, dengan kekayaanya yang tak terbatas, mempunya refrensi yang berkelanjutan pada sejarah keselamatan…
  2. Katekese mistagogi juga harus peduli menyajikan makna dari tanda-tanda dan tata gerak yang terkandung dalam ritus, terutama pada perayaan Ekaristi. Suatu tugas yang urgent, mengingat jaman kita sekarang ini dengan segala kemajuan teknologinya, ada resiko kehilangan dan tidak diharagainya tanda dan symbol dan makna yang terkandung di dalamnya. Lebih dari itu, katekese mistagogi harus membangkitkan dan mendidik sensibilitas umat beriman pada bahasa tanda-tanda dan gerak tubuh, yang terhubung dengan kata-kata yang terucapkan, yang membentuk ritual itu.
  3. Dan akhirnya, katekese mistagogi harus memperhatikan makna ritual dalam relasinya dengan hidup kristiani dalam seluruh dimensinya, dalam kerja dan aktivitas, dalam pikiran dan emosi, dalam sentimen dan rasa tanggung jawab, … dst. Maka masa mistagogi memberi penekanan pada hubungan antara misteri yang dirayakan (dalam Ekaristi dan perayaan liturgi lainnya) dengan tugas perutusan (misioner) kaum beriman. Maka dalam konteks ini, hasil akhir dari masa mistagogi adalah kesadaran dari diri pribadi bahwa hidupnya diubah oleh mysteri – mysteri kudus yang dirayakan. Bahkan semuanya itu bertujuan untuk melatih kaum beriman untuk hidup sebagai manusia baru dalam iman yang dewasa, yang memungkinkan dia untuk bersaksi dalam harapan iman kristiani yang mengilhaminya.

sumber kutipan paus dari https://liturgiekaristi.wordpress.com/2011/05/20/sakramen-baptis-seputar-mistagogi/

Leave a Reply

Your email address will not be published.