Gereja Katolik Santo Laurensius - Paroki Alam Sutera

Paus Fransiskus – Paus Pertama dari Benua Amerika

Tak perlu menungu terlalu lama setelah asap putih keluar dari cerobong Kapel Sistine, jam 7.12 waktu setempat, Kardinal Protodiakon Jean Luis Pierre Tauran muncul di Balkon Basilika St. Petrus untuk mengumumkan nama Paus Baru.

Sidang konklaf yang diikuti oleh para Kardinal dari berbagai penjuru dunia telah memilih Paus Baru dari Argentina, yaitu Kardinal Jorge Mario Bergoglio, 76 tahun yang adalah Uskup Agung Buenos Aires. Pilihan ini mengejutkan karena ini adalah untuk kali pertamanya Paus berasal dari benua Amerika. Kardinal Bergoglio memilih nama Paus Franciskus I untuk menandai kedudukan barunya sebagai Uskup Roma, pemegang tahta suci Vatikan yang ke 266.

Uskup Agung Buenos Aires ini dikenal sebagai intelektual Yesuit yang sederhana karena gemar bepergian dengan menggunakan bus dan mempunyai pendekatan praktis untuk mengentaskan kemiskinan. Saat diangkat menjadi kardinal, Bergoglio melarang ratusan orang Argentina yang hendak pergi ke Roma untuk merayakan pengangkatannya sebagai Kardinal dan menghimbau kepada mereka yang akan pergi untuk mendonasikan uang tiketnya bagi orang miskin. Dia adalah penentang keputusan kebijakan pemerintah Argentina yang melegalisasi perkawinan sejenis pada tahun 2010, memperjuangkan hak tumbuh dan pendidikan anak dalam bimbingan orang tua. Gergoglio diangkat menjadi Kardinal oleh Paus Yohannes Paulus ke II pada 21 Februari 2001.

Paus Fransiskus 1 lahir di Buenos Aires tanggal 17 Desember 1936, lima bersaudara anak dari pekerja kereta api keturunan Italia. Menempuh pendidikan tinggi hingga beroleh gelar master dalam bidang kimia di Universitas Buenos Aires dan kemudian masuk ke seminari untuk menempuh pendidikan immamat. Bergabung dengan Serikat Yesus pada tanggal 11 Maret 1958 dan ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 13 Desember 1969 oleh Uskup Agung Ramon Jose Castellano. Paus Fransiskus 1 juga mendalami bidang filsafat dan teologi juga sastra serta psikologi.

Karena kepemimpinannya yang kuat oleh Serikat Yesus, Paus Fransikus 1 dipromosikan sebagai provinsial Yesuit di Argentina pada tahun 1973 s/d 1979. Tahun 1980 menjadi rektor di Seminari San Miguel, lalu melanjutkan studi doktoral di Jerman dan kembali ke Argentina untuk melayani sebagai Direktur pengakuan dan spiritual di Cordoba. Kemudian diangkat menjadi Uskup Agung Buenos Aires pada tahun 1998 dan di tahun 2001 merangkap menjadi Uskup untuk Gereja Katolik Ritus Timur di Argentina yang tidak mempunyai uskup.

Kemudian pada masa kepemimpinan Paus Yohannes Paulus ke II, ditunjuk sebagai Kardinal untuk posisi administrasi di Kuria Romana. Paus Fransiskus 1 menjabat pada Kongregrasi Klerus, Kongregrasi Ibadah Ilahi dan Sakramen, Kongregrasi Lembaga Hidup Bakti dan Kongregrasi Serikat Hidup Kerasulan. Selain itu juga menjadi anggota Komisi Amerika Latin dan Komisi Kelaurga.
Sosoknya dikenal dengan kerendahan hatinya, konservative doktrinal dan mempunyai komitmen untuk keadilan. Gaya hidupnya yang sederhana semakin meningkatkan reputasi kerendahan hatinya. Tinggal di sebuah apartemen kecil meski bisa diam di rumah uskup yang megah. Bahkan konon dikabarkan sering memasak sendiri makanannya.

Ketika Paus Yohannes Paulus ke II mangkat, Paus Fransiskus 1 dianggap sebagai salah satu papabile, Kardinal yang berpotensi menjadi Paus. Namun konklaf 2005 memilih Kardinal Ratzinger yang memakai nama Paus Benediktus ke XVI yang kini digantikan olehnya.
Dalam sebuah catatan yang tidak diakui keabsahannya, konon Paus Fransiskus 1 yang saat itu masih berkedudukan sebagai Kardinal ditulis sebagai penantang utama Kardinal Ratzinger dalam pemilihan di konklaf 2005. Dalam catatan anonim itu Bergoglio diklaim menerima suara 40 pada 40 pada pemunggutan suara ke tiga, dan kemudian menurun pada pemunggutan suara berikutnya yang menentukan kemenangan Kardinal Ratzinger.

Dan pada tanggal 13 Maret 2013 dalam sidang konklaf hari kedua, Kardinal Bergoglio akhirnya terpilih menjadi Paus dengan nama Paus Fransiskus 1. Paus Fransiskus 1 menjadi imam yesuit pertama yang menjadi Paus, juga menjadi Paus pertama dari benua Amerika, Paus non Eropa setelah lebih dari 1.200 tahun masa kepausan. Paus terakhir non Eropa adalah St. Gregorius III yang lahir di Suriah dan menduduki tahta suci dari tahun 731 – 741.

Bagi kebanyakan pengamat, sosok Paus Fransiskus 1 digambarkan sebagai pribadi yang terbuka maka tepat kiranya kalau ada harapan bahwa Paus yang baru terpilih ini akan membawa arah baru dalam kepemimpinan di Tahta Suci selaku pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia.

Proficiat untuk Paus Fransiskus 1, doa dan harapan kami agar kiranya Bapa Suci bisa memimpin umat katolik sedunia untuk menjadi garam serta terang bagi dunia baru yang lebih baik untuk semua.

Sumber : http://www.guardian.co.uk/world/2013/mar/13/papal-conclave-chooses-pope-day-two-live-coverage

Pondok Wiraguna, 14 Maret 2014

Romo I Sumarya SJ

3 thoughts on “Paus Fransiskus – Paus Pertama dari Benua Amerika

  1. Ivone fofid says:

    APakah PAUS FRANSISKUS juga akan memperhatikan anak anak yang putus sekolah krn orang tuanya sakit berat

  2. Yosep Uut says:

    Rm, gimana konsekuensi kaul Yesuiut — Taat pada Paus, sedangkan Paus kali ini adalah seorang Yesuit?

    ——————————————-

    Bapak Yosep ytk,

    Sehubungan dengan pertanyaan bapak diatas, bersama ini kami muat pernyataan Superior Jendral Serikat Yesus Pater Adolfo Nicolás S.J. sbb :

    Atas nama Serikat Yesus, saya mengucapkan syukur terimakasih kepada Tuhan atas pemilihan Paus kita yang baru, Kardinal Jorge Mario Bergoglio, S.J., yang membuka jalan penuh harapan bagi Gereja.

    Kita semua, Yesuit, menyertai saudara kita ini dengan doa dan kita berterimakasih kepadanya atas kesediaannya menerima tanggungjawab kegembalaan Gereja pada jaman yang sulit ini. Nama “Fransiskus,” yang kita pakai untuk memanggilnya di kemudian hari, menunjukkan kepada kita semangat injili Bapa Suci: kedekatannya dengan orang miskin, keserupaannya dengan orang-orang sederhana, dan komitmennya terhadap pembaharuan Gereja. Sejak saat pertama kehadirannya di hadapan Umat Allah, ia telah memberikan kesaksian nyata kesederhanaan, kerendahan hati, pengalaman pastoral, dan kedalaman rohaninya.

    “Ciri khas jelas Serikat kita adalah bahwa Serikat ini … kelompok para sahabat … terikat dengan Paus di Roma dengan ikatan kasih dan pelayanan.” (Norma Pelengkap, No. 2, § 2). Maka, kita mensyukuri kegembiraan seluruh Gereja, dan pada saat yang sama, menegaskan kembali kesediaan kita untuk diutus ke kebun anggur Tuhan, dengan semangat ketaatan kaul istimewa kita, yang secara khusus mempersatukan kita dengan Bapa Suci (Kongregasi Jendral 35, Dekrit 1, No. 17).

    Roma, 14 Maret 2013

    P. Adolfo Nicolás S.J.

  3. Yosep Uut says:

    Dalam beberapa catatan dituliskan hanya Paus Fransiskus bukan Paus Fransiskus I, karena Paus Fransiskus I ada setelah Paus Fransiskus II dipilih.

    ——————————————–

    Pak Yosep,

    Terima kasih atas komentar anda

    Anda betul, romo Sumarya kami rasa juga betul karena pada tanggal 14 Maret 2013, tanggal dimana romo Sumarya SJ menulis, hampir semua sumber berita di luar negeri menyebut Pope Francis I

    Beberapa hari setelah itu Federico Lombardi SJ, director of the Vatican Press Office, menyatakan bahwa penyebutan yang benar adalah Pope Francis maka sejak itu media menggunakan nama Pope Francis

Leave a Reply

Your email address will not be published.