Evangelisasi Baru

EVANGELISASI BARU – Sebuah Permenungan

 

Ditulis oleh Komsos pada tanggal   |  

0 komentar


 

Kata kunci:

Evangelisasi

  1. Pesan kepada murid-murid-Nya untuk mewartakan Injil (Mat 28: 19-20) dilanjutkan sepanjang jaman dan pada abad inipun ditegaskan lagi oleh Gereja (LG 39-42)
  2. Pelaksanaan perintah itu terjadi dalam berbagai jaman yang keadaannya selalu berubah. Pernah para pewartanya harus berlayar lama mengarungi samudra luas atau berjalan berbulan-bulan melalui padang pasir. Orang yang ditemuipun bermacam-macam. Ada yang tinggal di pedalaman hutan, ada yang suka perang, ada yang suka damai, ada yang raja, tetapi ada juga yang belum mengenal pakaian seperti yang dikenal banyak orang
  3. Dan bersamaan dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, orang-orang yang ditemui para Pewarta itu pun berubah. Di jaman ini ada yang sebagai peramu di hutan dengan parang sampai dengan mereka yang bekerja dengan komputer di kota-kota
  4. Evangelisasi Baru adalah evangelisasi yang caranya selalu diperbaharui. Intinya sama, yaitu Allah yang mencintai manusia sehabis-habisnya, bahkan dengan merelakan anak-Nya, yang menjadi teladan dsn model bagaimana mencintai sesama dan dunia di sepanjang jaman
  5. Apa yang baru ? Yang baru adalah semangatnya, antusiasmenya, cara mengenal kehadiran-Nya lewat penciptaan, yang telah dikembangkan oleh manusia di dalam beragam agama dan budaya. Yang baru adalah menghayatinya sehingga meneruskan pewartaan itu. Sang penerima Injil menjadi penginjil baru
  6. Evangelisasi Baru, menghadapi setidaknya dua tantangan : terus mewartakan dan memelihara agar mereka yang menerima pewartaan terus mewartakan meskipun menemui banyak halangan
  7. Evangelisasi Baru yang ditantang oleh mereka yang telah pernah menerima Injil tetapi kemudian meninggalkannya. Kalu hal ini terjadi, maka pertama-tama harus dicari apa yang menyebabkannya pada pihak pewarta
  8. Pewartaan Injil menjadi lengkap kalau memang sang pewarta senantiasa mengembangkan hubungan mesranya dengan Yang Diwartakan, yaitu Yesus Kristus sendiri, sehingga pewartaan itu utuh, ya perkataan, ya perbuatan, ya sikap, ya seluruh tingkah laku
  9. Karena keluarga merupakan komunitas manusia yang secara kodrati paling berpotensi untuk menumbuhkan cinta secara paling pekat, paling halus, paling lembut, tetapi kuat, maka keluarga menjadi ruang evangelisasi pertama, yng diharap paling mengena secara mendalam sampai di hati dan menjangkau paling luas, sampai ke Paroki, sekolah, pekerjaan dan akhirnya masyarakat. Dari keluarga dipancarkan kasih ke segala penjuru dan bahkan melampaui keterbatasan waktu, melebihi generasi anak-cucu
  10. Dunia yang semakin menjadi sempit karena alat-alat komunikasi mutakhir, menantang para penginjil – yang bukan hanya para petugas hirarki – untuk secara kreatif dan berdaya-guna mencari apa yang tepat untuk mewartakan Kristus dengan menjadi orang beriman yang semakin mampu berkomunikasi secara komunikatif. Evangelisasi Baru adalah penyampaian warta gembira keselamatan yang tak henti dan caranya selalu diperbaharui, karena Dia berjanji akan menyertai kita sampai akhir zaman (Mat 28 : 20)

Mari kita mensyukuri rahmat Tuhan yang dengan setia mencintai kita meskipun kita ini orang berdosa

Renungan ini disampaikan oleh romo Ignatius Ismartono SJ pada 8 Desember 2012 – Pesta Maria Dikandung Tanpa Noda, dalam rangka Sarasehan Ulang Tahun Imamat ke 36 di Kapel Kolese Kanisius – Jakarta