Gereja Katolik Santo Laurensius - Paroki Alam Sutera

REFLEKSI TAHUN IMAN – Iman mencari pengertian

St. Anselmus dari Canterbury

St. Anselmus dari Canterbury (1033 – 1109) berpendapat bahwa iman mendahului pengertian. Orang percaya terlebih dahulu, baru di dalam bingkai kepercayaan itu ia mencari pengertian. Ungkapannya yang terkenal ialah fides quaerens intellectum (iman mencari pengertian).  St. Anselmus mengatakan, “Saya tidak mencari pengertian agar supaya saya percaya, melainkan saya percaya supaya saya dapat mengerti. Maka dari itu saya berkeyakinan, bahwa seandainya saya pertama-tama tidak percaya, maka saya tidak akan mengerti” ( Neque enim quaero intelligere ut credam, sed credo ut intelligam. Nam et hoc credo, quia, nisi credidero, non intelligam)

Yang diungkapkan oleh St. Anselmus ini kiranya mengulangi apa yang sudah dikatakan jauh sebelumnya oleh St. Agustinus (354-430) “Saya percaya supaya saya mengerti, bukan saya mengerti supaya saya percaya. ( Credo ut intelligam, non intelligo ut credam.).

Paus Benedictus XVI menulis dalam Porta Fidei (2011) no. 10 sbb:

Hati menunjukkan bahwa tindakan pertama dengan mana seseorang datang kepada iman adalah rahmat Tuhan dan pencurahan rahmat itu menggerakkan dan mengubah orang dari dalam dirinya. Pengalaman Lidia adalah contoh yang sangat jelas dalam hal ini. St. Lukas menceriterakan ketika Lidia berada di Filipi, St. Paulus datang pada hari Sabbat untuk mewartakan Injil kepada beberapa wanita, salah satunya ialah Lidia: “Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus”(Kis. 16:14).

Iman adalah suatu anugerah yang dengan misterius bekerja di dalam hati seseorang. Iman timbul di dalam hati bukan karena pengertian semata-mata, melainkan karena banyak faktor lain yang turut bekerja untuk mewujudkan iman itu yang bisa dirangkum sebagai rahmat. Di dalam iman yang sudah ada itu kemudian orang berusaha untuk mencari pengertian-pengertian sejauh kemampuannya.

Terkait dengan artikel “REFLEKSI TAHUN IMAN – Mengerti dan Percaya” silahkan klik disini

 

Romo Albertus Sujoko MSC, Ketua Program Imamat Seminari Hati Kudus Pineleng

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.