Gereja Katolik Santo Laurensius - Paroki Alam Sutera

Indian Amerika Segera Miliki Orang Suci

VATICAN CITY, KOMPAS.com – Seorang perempuan yang selamat dari wabah cacar air saat masih kanak-kanak dan meninggal saat baru berusia 24 tahun akan dinobatkan sebagai santa atau orang suci pertama yang berasal dari suku asli Amerika.

Nama calon perempuan suci baru ini adalah Kateri Tekakwitha yang lahir pada 1656 dan dikenal sebagai Bunga Lily suku Mohawk.

Kateri hidup di wilayah yang kini merupakan perbatasan Kanada dan Amerika Serikat. Saat masih kecil, Kateri yang lahir dari ibu berdarah suku Algonquin dan ayah seorang Mohawk itu diyakini memeluk Katolik dengan bantuan seorang misionaris Jesuit.

Setelah selamat dari wabah cacar air, Kateri kemudian memiliki kemampuan spiritual yang membuatnya memiliki banyak pengikut hingga dia meninggal dunia di usia 24 tahun.

Pada Minggu (21/10/2012), menurut rencana Paus Benediktus XVI akan menobatkan Kateri sebagai orang suci di Basilika Santo Petrus, Vatikan. Sebelumnya, Kateri sudah menjalani proses beatifikasi pada 1980 di msa Paus Yohanes Paulus II.

Diharapkan sekitar 1.500 peziarah asal Kanada -sebagian besar dari mereka suku Indian- akan mendatangi upacara ini.

Dalam kesempatan yang sama, Paus Benediktus XVI juga akan menyematkan gelar santo dan santa untuk enam orang lainnya, termasuk seorang misionaris Perancis di Madagaskar, seorang martir Filipina yang meninggal di usia 17 tahun, seorang imigran Jerman di AS yang merawat penderita lepra serta seorang biarawati Spanyol yang mengampanyekan hak-hak perempuan.

Para pengamat Vatikan menilai penobatan sejumlah orang suci baru ini terkait upaya Gereja Katolik Roma melakukan  “evangelisasi baru” di saat kekuatan gereja di Eropa dan Amerika Serikat semakin lemah.

Kanonisasi terbaru ini membuat jumlah santo dan santa baru yang dinobatkan Paus Benediktus XVI sejak dia menjadi pemimpin Gereja Katolik pada 2005 menjadi 44 orang.

Untuk menjadi orang suci versi Gereja Katolik tidaklah mudah. Seseorang harus memiliki dua mujizat yang harus diverifikasi Vatican yang prosesnya bisa memakan waktu bertahun-tahun.

 

 

 

 

Editor : Ervan Hardoko

Sumber : kompas.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.